December 20, 2017

Indonesia Merevisi Kebutuhan Kapal selam dari 12 jadi 8

DCNS menawarkan Scorpene 1000 kepada TNI AL
(MDN), TNI AL telah mengurangi jumlah kapal selam yang dibutuhkannya berdasarkan cetak biru modern Angkatan Bersenjata Minimum Essential Force (MEF).
 
Beberapa sumber dari dalam kantor pusat layanan di Cilangkap, Jakarta Timur, yang mengetahui rincian dari diskusi-diskusi ini yang terjadi di tingkat pejabat tinggi, telah mengkonfirmasi kepada Janes bahwa persyaratan awal untuk 12 kapal selam pada tahun 2024 sebagaimana ditetapkan dalam cetak biru MEF Sekarang sudah dikurangi menjadi delapan.

Dengan persyaratan yang telah direvisi, Indonesia sekarang perlu memperoleh hanya tiga kapal lagi dengan batas waktu yang ditetapkan di bawah MEF.

TNI-AL saat ini mengoperasikan armada dua unit kapal selam diesel-listrik tipe Cakra (Tipe 209/1300) buatan Jerman yang dioperasikan pada tahun 1981, dan satu kapal kelas Nagapasa (Tipe 209/1400), yang dibangun oleh Kapal Daewoo Korea Selatan (DSME), dan diresmikan pada bulan Agustus 2017.

Saat ini masih menunggu pengiriman dua kapal selam kelas Nagapasa dari DSME, yang terakhir dijadwalkan untuk beroperasi pada tahun 2021, dan sekarang sedang dalam proses penetapan  persyaratan akhir yang kemudian akan mengarah pada program akuisisi untuk kapal lebih lanjut.

Seperti yang dilaporkan oleh Jane's sejak April 2017, TNI-AL juga telah menerima sebuah permintaan dari Gölcük Shipyard Turki untuk memasok varian SSK Reis (Type 214) dengan teknologi propulsi independen udara (AIP).

Pilihan lain yang dipertimbangkan oleh negara termasuk kelas 'Kilo' dari Rusia, dan varian Scorpene 1000 dari Grup Naval Prancis.

JANES
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...