March 8, 2012

DPR Dukung KPK Selidiki Pengadaan Sukhoi

(MDN), Senayan - Anggota Komisi I DPR RI Al Muzzammil Yusuf meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi jangan ragu untuk menyelidiki dugaan mark up dalam pengadaan enam unit Sukhoi dari Rusia.
 
Ia tidak sependapat kasus korupsi di bidang pertahanan sementara ini tidak termasuk prioritas KPK sehingga laporan masyarakat tidak direspon. Padahal, potensi kebocoran anggaran negara di sekitar pengadaan alutsista jumlahnya besar

"Jika sudah ada informasi dari masyarakat, LSM atau media massa terkait adanya dugaan korupsi di kementerian atau lembaga manapun, termasuk Kemenhan atau TNI, KPK harus cepat merespon," ujar Muzzammil dalam rilisnya, Rabu (7/3).

Muzzammil meyakinkan,  bahwa DPR akan mendukung KPK untuk menyelidiki pengadaan Sukhoi dan alutsista lainnya di Kemenhan/TNI. Sebab. peran KPK sangat penting untuk membuktikan kebenaran pernyatakan Kemenhan bahwa tidak ada mark up dalam pengadaan enam unit Sukhoi.

Menurut Muzzammil, selama ini bidang pertahanan di bawah pengelolaan Kemenhan dan TNI ini belum disentuh oleh KPK dengan alasan masih fokus pada kasus korupsi di bidang pertanian, pertambangan, dan perpajakan.

Padahal, kata Muzzammil, potensi kebocoran anggaran dalam pengadaan alutsista ini cukup besar karena biasanya melibatkan rekanan sebagai pihak ketiga yang dilegalkan dalam bentuk peraturan menteri.

"Anggaran pengadaan alutsista ini bisa membengkak karena adanya peran rekanan sebagai pihak ketiga, selain sebagai perantara pembelian alutsita tapi juga mencarikan dana pinjaman dari bank luar negeri untuk membeli alutsista tersebut," paparnya.

Untuk itu, ke depan, tambah Wakil Ketua Fraksi PKS ini, UU Industri Pertahanan dan Keamanan yang sedang dibahas harus mengatur pengadaan dana alutsista sehingga dapat menutup potensi kebocoran anggaran negara.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...