February 1, 2012

Parlemen Desak Kemlu Panggil Dubes AS

Ketua Komisi I Mahfudz Siddiq (kanan), mempersilahkan Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia Scot Marciel, saat menerima kunjungan rombongan Kedutaan Amerika Serikat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/1). (Foto: ANTARA/Ismar Patrizki/ss/ama/12)

(MDN),
Senayan: Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq mendesak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) segera memanggil Dubes AS di Jakarta untuk menjelaskan dan mengklarifikasi soal pertemuan Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) dengan Wagub Sulut Djauhari Kansil. Dalam pertemuan itu, ditengarai Kedubes AS menawarkan kerja sama pengamanan di wilayah perairan Sulawesi.

"Saya kira kerja sama seperti ini tidak sesuai prosedur. Jika memang AS mau menawarkan kerja sama soal keamanan ya lewat pemerintah pusat, Kemlu. Karena itu Kemlu dapat segera memanggil Kedubes AS untuk meminta klarifikasi soal pertemuan dengan Pemda Sulut tersebut," ujar Mahfudz Siddiq dalam pesan singkatnya, Rabu (1/2). Mahfudz menanggapi pemberitaan yang dilansir sejumlah media massa terkait pertemuan Kedubes AS-Wagub Sulut.

Kata Mahfudz, pemerintah pusat juga harus menertibkan Pemprov Sulut terkait pertemuan Wagub Sulut Djauhari Kansil dengan pihak Kedubes AS, yang membicarakan usulan dukungan pengamanan wilayah perbatasan Laut Sulawesi.

"Urusan ini bukan kewenangan pemda tapi urusan pemerintah pusat dalam hal ini via Kemlu dan Kemhan. Karenanya dalam hal ini bisa kacau negara kalau pemda bisa secara langsung bicara soal kerja sama dengan pihak luar negeri. Apalagi menyangkut masalah pertahanan dan keamanan," ujar Wasekjen DPP PKS ini.

Menurut Mahfudz, urusan pengamanan wilayah perbatasan adalah tugas dan tanggung jawab negara. "Kerja sama dalam hal ini harus melalui nota kerja sama antarnegara dan didasari kebutuhan mendesak dan saling menguntungkan," tegasnya.

Sebelumnya, Selasa (24/1), Wakil Gubernur Sulut Djauhari Kansil menerima kunjungan Deputy Political Counselor Kedubes AS di Indonesia, Daniel Rochman didampingi oleh Captain US Navy Adriaan J Jansen. Kansil meminta dukungan Amerika Serikat menggelar Sail Bunaken II. Seperti diberitakan antaranews.com, Selasa (24/1), Kansil mengatakan, tahun 2014 Provinsi Sulut berencana menggelar Sail Bunaken II. Karena itu, pihaknya berharap ada dukungan dari AS berkaitan dengan rencana tersebut. Selain membicarakan hal tersebut, Kansil menjelaskan, kunjungan Kedubes AS itu juga untuk melihat langsung kondisi perbatasan di Sulut serta mendiskusikan bentuk-bentuk dukungan AS dalam rangka memperkuat pengamanan perbatasan di Sulut yang berbatasan dengan negara tetangga Filipina.

Sumber: Jurnal Parlemen
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...