January 19, 2012

Mayoritas Parlemen Belanda Tolak Jual Tank Leopard ke RI

19 Januari 2012, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin mendapatkan kabar mayoritas parlemen Belanda (twede kamer) menolak penjualan tank Leopard ke Indonesia. Alasannya, Indonesia sampai saat ini pelanggaran HAM masih terus terjadi.


"Informasi terakhir dari Belanda yang saya dapat, sebagaian besar parlemen ( Twede  Kamer ) Belanda sesungguhnya menolak penjualan MBT Leopard ke Indonesia dengan alasan meningkatnya pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia," ujar TB Hasanuddin di DPR, Kamis (19/1/2012).

Penolakan penjualan tank Leopard di parlemen Belanda belumlah bulat. Sejumlah orang mendukung penjualan tank ke Indonesia lantaran alasan ekonomi, dan semakin tidak efisiennya tank di negeri Belanda.

Perdebatan penjualan tank bukan hanya terjadi di legislatif Belanda. Antara pemerintah dan parlemen Belanda pun bersitegang atas rencana penjualan tank.

"Bahkan, dua hari yang lalu atau tepatnya pada tanggal 16 Januari 2012, di Twede Kamer terjadi perdebatan antara partai oposisi dengan Menlu Belanda. Pihak oposisi meminta Menlu tidak menerima delegasi Kemenhan dan DPR RI," ungkap TB Hasanuddin.

TB Hasanuddin mengaku, saat ini tengah menelusuri siapa sebenarnya yang paling ngotot membeli Tank Leopard, yang sebenarnya tak cocok bagi Indonesia.

"Wacana pembelian Tank Leopard ini kan sama sekali belum dibahas resmi antara pemerintah dan DPR. Pemerintah baru mewacanakan melalui media dan belum resmi jelaskan alasannya kepada DPR. Kita tunggu saja, kapan pemerintah punya niat berbicara bersama-sama dengan DPR soal ini. Dari mana dana untuk beli itu? Dan kalau sudah beli, bayarnya bagaimana, kan belum dijelaskan pemerintah," urainya.

Sumber: Tribunnews


Lima Jenderal di DPR Tolak Tank Leopard


19 Januari 2012, JAKARTA - Lobi-lobi khusus yang dilakukan oleh pemerintah kepada beberapa anggota DPR, dalam hal ini Komisi I DPR --membidangi masalah pertahanan dan luar negeri -- terkait rencana pembelian tank bekas jenis Leopard benar adanya.
 
Hal ini diungkapkan oleh salah seorang anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Effendie Choirie atau Gus Coi.

"Memang ada lobi dari pihak pemerintah terhadap beberapa anggota Komisi I untuk menggolkan rencana pembelian tank bekas jenis Leopard milik Belanda. Saya tidak tahu, apakah lobi itu berhasil atau tidak," kata Gus Coi di DPR, Kamis (19/01/2012).

Gus Coi menjelaskan, rencana pembelian Tank Leopard ini, sempat beberapa kali dibicarakan di internal Komisi I DPR. Alhasil, tuturnya, dari pertemuan internal itu, menyatakan keberatannya membeli Tank Leopard.

"Jangankan saya yang dari sipil, juga yang lain menolak. Di Komisi I DPR ada lima mantan jenderal, termasuk Pak Salim Mengga yang ahli tank dari Fraksi Demokrat, juga sudah menyatakan menolak. Nah, ini yang patut ditelusuri, ada apa sikap pemerintah, yang tetap ngotot membeli Tank Leopard," Gus Coi menjelaskan.

Penolakan DPR (Komisi I) atas Tank Leopard itu, juga didasari argumentasi yang kuat. Yang paling utama, kata Gus Coi, yang dipaparkan oleh para purnawirawan jendral di Komisi I DPR, geografis Indonesia yang tak cocok bagi Tank Leopard milik Belanda buatan Jerman ini.  Selain itu, tank jenis ini juga tidak cocok untuk alat pertahanan ke depan.

"Jalan-jalan  di luar Jawa pasti tak akan mampu menahan beban Tank Leopard kalau dilalui. Tank jenis ini, cocok untuk pertempuran di gurun. Kalau jalan-jalan dilalui Tank Leopard, pasti langsung rusak karena beratnya yang mencapai sekian ton. Makanya, kita di DPR cenderung menolak," kata Gus Coi.

"Tapi, TNI tetap ngotot dengan berbagai alasan. Makanya, dalam waktu dekat kita akan panggil TNI dan Dephan terkait ini. Kita akan minta penjelasan resmi, kenapa tetap ingin membeli Tank Leopard. Alasan rasionalnya seperti apa, kita akan dengarkan," katanya lagi.


Sumber: Tribunnews
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...